Header Ads Widget

Selamat Jalan, Bunda Nasriani: Terima Kasih Atas Setiap Langkah yang Kau Tanamkan

 

Ada momen-momen dalam kehidupan sebuah sekolah yang meninggalkan bekas lebih dalam dari sekadar kenangan — dan perpisahan Bunda Drs. Nasriani S. adalah salah satunya.

Pada hari Jumat, 6 Juni 2026, keluarga besar UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan sekaligus haru untuk melepas kepergian salah satu pilar pendidikan di sekolah ini. Bunda Nasriani, demikian beliau akrab disapa, resmi memasuki masa purnatugas — mengakhiri sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak sekolah ini pertama kali berdiri.

UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu yang terletak di Desa Alitta ini didirikan pada tahun 2002, dan Bunda Nasriani adalah salah satu guru yang hadir sejak hari-hari pertama. Lebih dari dua dekade lamanya beliau menemani tumbuhnya sekolah ini — dari masa-masa awal yang penuh keterbatasan hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat. Di sekolah inilah beliau mendapatkan sertifikasi pendidik dan meresmikan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil — dua pencapaian yang menjadi bukti nyata komitmen beliau terhadap dunia pendidikan. Dan hari ini, beliau pula menjadi salah satu orang pertama yang memasuki masa pensiun dari sekolah ini — sebuah keistimewaan yang hanya bisa diraih oleh mereka yang benar-benar setia hingga akhir.

Acara perpisahan dibuka dengan makan bersama yang menyajikan barobbo — sajian khas Bugis yang hangat dan penuh makna. Di setiap suapan, ada cerita, ada tawa, dan ada kenangan panjang yang mengalir bersama aroma masakan yang mengepul. Para guru, staf, dan peserta didik duduk bersama, saling berbagi kisah tentang sosok yang selama ini menjadi teladan di antara mereka. Barobbo bukan sekadar makanan — ia adalah simbol kebersamaan, dan tidak ada cara yang lebih tepat untuk mengantar kepergian Bunda Nasriani selain dengan menghadirkan kehangatan yang sesungguhnya.

Suasana semakin mengharukan ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu-lagu kenangan bersama. Suara-suara yang berpadu itu seolah menjadi ungkapan dari apa yang sulit disampaikan dengan kata-kata biasa — rasa syukur, rasa bangga, dan rasa berat melepas seseorang yang telah menjadi bagian dari hari-hari di sekolah ini. Tak sedikit yang tampak mengusap sudut mata. Tawa dan tangis hadir berdampingan — karena begitulah perpisahan yang tulus terasa.

Kepala UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu, Drs. Marten Mangera, M.Si., secara langsung memberikan cinderamata sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih atas dedikasi panjang Bunda Nasriani. Lebih dari dua puluh tahun mengabdi, menemani sekolah ini dari nol hingga berdiri kokoh — sebuah perjalanan yang tidak semua orang sanggup menjalani. Cinderamata yang diserahkan bukan sekadar benda, ia adalah simbol dari ribuan hari mengajar, ribuan jam bersabar, dan ribuan doa yang dipanjatkan untuk kebaikan anak-anak didik. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh senyum — meski di balik senyum itu tersimpan perasaan yang jauh lebih dalam. Momen ini diabadikan sebagai pengingat bahwa Bunda Nasriani adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu.

Kepada Bunda Drs. Nasriani S., dari seluruh keluarga besar UPT SMP Negeri 3 Mattirobulu: terima kasih telah hadir sejak awal, telah bertahan melewati setiap musim, dan telah memberi tanpa henti — bahkan di hari-hari ketika mengajar terasa berat sekalipun. Jasa Bunda tidak akan pernah cukup dibalas dengan kata-kata, namun kami percaya bahwa setiap ilmu yang Bunda tanamkan akan terus berbuah dalam kehidupan anak-anak didik yang kini telah bertumbuh dan tersebar di mana-mana. Selamat menikmati masa istirahat yang telah lama Bunda layak dapatkan. Semoga kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan selalu menyertai setiap langkah Bunda.

Bunda mungkin pergi dari sekolah ini — tapi Bunda tidak pernah pergi dari hati kami.

Post a Comment

0 Comments